Halaman

GALAU

Galau. Kegalauan memang membuat seseorang merasa resah. Hal di dunia ini yang paling menyebalkan selain dibohongi dan menunggu memang perasaan galau. Menurut saya, kegalauan itu disebabkan karena keresahan yang memuncak akibat suatu permasalahan yang membuatnya tertekan. Menurut survei yang saya lakukan terhadap teman-teman dan beberapa blogpost mengenai kata "Galau" ini, saya menyimpulkan bahwa galau itu ternyata memang benar-benar suatu keresahan yang membingungkan. Contohnya ketika suasana hati menginginkan kebebasan dalam berfikir. Hal tersebut juga dapat dirasakan ketika si penderita terlarut dalam dilema besar. Sekain itu, menurut sebagian orang, galau muncul ketika pikiran kita sedang kacau dikarenakan cinta atau ketika kita sedang mengalami kangen to the max terhadap orang yang kita sayangi. 




Waktu galau sendiri menurut Dr. Raditya Dika adalah saat malam tiba. Yang lebih menyebalkan lagi, galau adalah penyakit yang menyerang semua kalangan manusia. Terutama manusia yang dilanda kasmara. Orang yg sedang dilanda kasmara, biasanya akan mengalami rasa kangen yg berlebihan terhadap seseorang yg ditaksirnya. Lalu di saat-saat itulah dia akan galau.



Kegalauan memang tidak diinginkan oleh setiap orang. Tapi keuntungan yang dirasakan bagi si penderita galau cukup bagus. Bagi penderita yang masih belajar di sekolah (pelajar) mungkin akan lebih mudah mengerjakan PR (pekerjaan rumah) b.indonesianya dalam hal membuat puisi. Orang yang merasa dirinya galau, secara tidak sengaja akan berubah menjadi seorang yang puitis. Beberapa orang yang mengalami kegalauan tersebut mungkin akan membuat beberapa lagu atau kata-kata puitis yang indah meskipun dia bukan seorang pengarang lagu atau penulis hebat. Disaat malam datang, ditemani hujan, udara dingin, pikiran kosong ditambah dengan iringan lagu slow terutama lagu-lagu sedih, rasa galau mungkin dapat menggila-gila.

Banyak cara yang dapat mengusir galau. Tapi dari semua cara tersebut, saya meyakinkan tiap orang berbeda-beda, tergantung permasalahannya. Menurut hasil survei saya di kaskus, saya menemukan thread mengenai  tips untuk menghidari rasa galau tersebut, yaitu :


  • Jika sedang berpikir, pikirkan hanya hal-hal yang Nampak/ terlihat (konkrit) saja. Sebaiknya hindari memikirkan hal-hal yang hanya ada dalam angin (ilusi).
  • Kembangkan pandangan positif dalam diri. Barpandangan positif berarti memandang segala sesuatu dari segi yang baik, segi yang menggembirakan dan menyenangkan hati.
  • Hindari pandangan/ berfikir negatif dengan jalan membuang jauh-jauh pransangka buruk, perasaan cemas, rasa khawatir, dan rasa curiga. Jika perasaan negatif tersebut muncul segeralah lupakan dan alihkan perhatian kepada hal-hal yang menyenangkan.
  • Usahakan jangan terlalu banyak waktu kosong diluar waktu istirahat. Isilah waktu kosong diluar waktu istirahat. Isilah kesibukan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, seperti bercanda, membaca, memasak, jalan-jalan, bersepeda santai, berkebun, atau membuat ketrampilan. 

Tapi menurut saya, banyak orang yang memang sangat membenci perasaan galau, tetapi mereka juga menikmati perasaan itu. Dan mungkin, karena saat galau adalah saat dimana kita paling mengingat orang-orang yg berharga bagi kita, sehingga kita sengaja tidak ingin terlepas dari perasaan itu. Meski kita telah bertekad untuk "Forget it and Moving on" sekalipun, tetap saja, perasaan itu akan datang lagi dan lagi kepada kita. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar: